Friday, September 30, 2011

Retorik~


Bismillahirrahmanirrahim....

Allahuakbar...

Rindu benar nak menulis di sini. Alhamdulillah.. Punya sedikit kerajinan nampaknya pada hari ni.. Ngee~

Dah lama tak tulis, tetapi tajuk agak sarcastic..

Adakah hidup ini terlalu banyak dibazirkan dengan kepura-puraan. Human tends to be not themselves... So high expections, akan membuatkan kita boleh jadi keliru.. Dalam dilema..

"Betul ke ni diri aku??"

"Mana perginya diri aku yang dulu?"

"Boleh tak kalau aku jadi diri aku je?"

"Aku tak suka macam ni, tapi aku kena buat jugak... Aku bukan nak tunjuk hebat.. tapi...."

dan macam-macam lagi la monolog dalaman manusia ni...

Pada saya, menjadi diri sendiri tidak bermaksud kita kekal dengan diri kita yang dulu. Tanpa anjakan paradigma. Tanpa ada perubahan. Berada di takuk lama, macam dunia ini tak pernah berputar layaknya. Bukan juga bermakna kita ini orang yang tak punyai pendirian. Kita kan perlu berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik. Menjadi lebih baik merupakan satu proses perubahan dan dalam melakukan perubahan, memang menjadi lumrah seandainya terdapat beberapa perkara yang perlu dikorbankan. termasuk pandangan kita tentang kehidupan. Pertambahan usia seiring perubahan perspektif pandangan kita terhadap kehidupan kerana kita sudah menemukan beberapa penyelesaian terhadap kekangan yang pernah muncul dalam hidup kita sebelum ini.. Jadilah kita lebih matang.. (dan matang tak boleh diluar melalui sikap keanak-anakan taw.. Kematangan adalah berkaitan pemikiran.. dalaman.. tak mudah ditafsir.. inplisit.. )

Nak nampak hebat depan manusia, nak puaskan hati semua orang sekalipun, jangan sampai kita tergadai prinsip hidup.. Na'uzubillahiminzalik..

Lindungi hambaMu yang lemah ini, Ya Allah~

~Bus lama pun akan mengalami banyak perubahan~

Wednesday, September 14, 2011

Wordless Wednesday 2.. (:

Muhasabah diri.. (^_^)v~

Kembali


Album :
Munsyid : Tashiru
http://liriknasyid.com


Harapan dari setiap insan
kesenangan serta ketenangan
mengarungi hidup ini tanpa ada cubaan
sayang harapan itu tak pasti
karna cobaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar
menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus ke dalam keputusasaan

Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan

Sayang harapan itu tak pasti karna cubaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus kedalam keputusasaan

Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhaan dan pertolongan Dalam Ujian

Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongannya

Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan Dalam Ujian

Pengirim : ahmad_taufiq

Pesan Hari Ini

Tuesday, September 13, 2011

SALAM RINDU

Usai isya' 14 Syawal 1432H,
Saat hati bergetar membisikkan alunan rindu buat Ilahi,
Dalam kerendahan hati,
Insan kerdil ini,
Menerima taklifan yang cukup berat,
Ada amanah yang perlu disampaikan,
Dari tubuh gagah yang kerinduan,
Merasa sepi dan sunyi,
Bukan kerana sendiri,
Tetapi kerana jauhnya hati...

BISA IPGK PM

Saya sampaikan bisik hatinya,
Sekadar yang mampu saya fahami

'Tidak pentingkah ilmu ukhrawi berbading tugasan duniawi?'
'Tidak pentingkah menyambung silaturahim berbanding menghadap paparan kaku sendiri?'
'Tidak pentingkah kalam rindu buat Ilahi, berbanding cinta manusiawi?'
Dimanakah insan-insan yang kurindu?
Dimanakah insan-insan yang gagah melangkah menghampiriku,
Dimanakah insan-insan yang sudi mengucup pada hamparanku???

Hamparan rindu


Dimanakah kamu???
Menghadap tugasan hingga lupa padaku?

Siapakah yang sebenarnya kamu lupakan, aku atau pemilikku???
Siapakah yang akan rugi???
Aku atau kamu....
Kamu lebih tahu kerana...
Kamu ada jawapannya...

Percayalah,
Aku akan masih disini dan tetap akan berada di sini....
Kerana aku yakin pada kelembutan hatimu,
Aku akan menunggumu sampai kamu datang padaku,..
Tidak kira apa rasa kamu padaku..
Ketahuilah
Aku SANGAT-SANGAT MERINDUIMU...... ):

Salam rindu,


BALAI ISLAM SAIDATINA AISYAH (BISA)
14 Syawal 1432 H...
Mood: Mengharap pada yang sudi

p/s: Saya sendiri juga sering terlupa dan peringatan ini adalah dengan harapan apabila saya terlupa akan ada yang mengingatkan... InsyaAllah..

Friday, September 9, 2011

A Man's Trail

"O God, when I lose hope because my plans have come to nothing...
Then help me to remember that,
Your Love is always greater than my disappointments,
& Your Plans for my life are always better than my dreams.."


A Man's Trail
This is the story of an average human
From his story there is so much to learn

"I work through life working day and night
Let me tell you of my miserable plight
Before that, let me thank Allah Most Merciful too
That's why I'm sharing my story with you

From young I was told I had to be the best
I must learn to score for my exams and tests
I studied hard to be the top in class
So that my friends will respect me with all the fuss

In my youth days, I was actually insecure
So much temptations and many are impure
I prayed sparingly but it didn't help me
Why couldn't I feel that Allah was watching me?

I wanted to be the cream of the cake
I didn't allow myself to make a single mistake
I wanted more friends and also be praised
When I didn't get complimented, I felt so dazed
I began to doubt myself again and again
Was I not good enough or was I insane?
I was feeling inadequate for my lack of looks
Was I too fat, short, or did my smile give the spooks?
I learnt to dress up in trendy clothes bought from stores
I wanted people to look at me and say 'wow' in awe

I wanted to be adored, praised and be popular
Success to me is to be top scholar
I wanted to shower myself in fame
I also hoped to earn a big name
I studied hard and topped my school high
I believe that to make friends, success is a tool

Whenever I was with friends and my date was just beside
I felt the pressure to display my witty side
I'm afraid my friends would leave me if I'm not nice enough
So I bought them gifts and other good stuff
Branded clothes, car, intelligence and friends indeed
You may think I have all that I need
But I'm still unhappy inside and I don't even know why
Was I not good enough, too ugly or too shy?

At work, I pleased my boss to show him I was the best
I treated my colleagues lunch and sacrificed all my rest
I was afraid that my boss disliked me if I lazed about
In front of him, I did my best and tried to stand out
Then I climbed the corporate ladder and be my own boss
Finally, I was successful but I was still in a loss
I was cheerful outside but scared inside
I was not even sure what I'm doing is right

I looked around to see all  my best friends
I wonder if they still like me if my wealth ends?
I cannot bear to face rejection or even fail
If I become poor and old, will my friendships be stale?
I work hard, but who am I trying to impress?
The fear of losing my reputation is causing me stress
I want friends to respect me forever and ever
I could imagine my friendship to sever

But alas! My business failed me terribly
I was down with illness and suffered painfully
All the people whom I thought were faithful friends
Left me because my status has no stands
I'm left alone and wonder whether it is true?
To make good friends, wealth matters too?

I looked at the side of my bed and saw the Qur'an
Guilt enveloped me because the Qur'an I have read none
Since I was alone and feeling so bored
I explored the Qur'an to know about Allah the Lord

True Muslims friends start to befriend me
It doesn't matter whoever I'll be
They accept me and love me despite my flaws
I don't have to make them like me by using force
I don't have to impress Allah with my witty charm
I already know Allah loves us and protects us from harm..


people' choice?
With Allah's help, we can attain peace in self
Which one??
So let's put doubt back in Satan's shelf
If there are problems with work and with men
Please remember that it's part of Allah's plan
Ask from Allah because He listens to us always
Allah will help us with His Kindness and Grace

I met a man who is unfortunately blind
He then advised me with words so kind
He said, 'Love yourself and be grateful for what you are
You owe it to Allah for coming this far

Allah loves us and makes us Muslims
But many people don't appreciate it, it seems
It doesn't matter if we're poor or earn less
Allah loves who we are and He cares
Don't do good deeds if you do it for show
Or else your spiritual status will sink below

If you're humble, do good deeds and pray to Allah Most Wise
You can earn yourself a place in Paradise
Good Muslims overcome worries and insecurity
They are unfazed even if they are treated with hostility
Why be a slave to affluence and glamour?
Why worry if we are not witty with humour?
Always be yourself, dear brother, have no pretence
Allah will still love you, even if you don't have any fans
Why be afraid, dear brother, when friends shun away
When Allah is there for you it's always that way.'

After the blind man left, my mind started working
I was still surprised and truth starts coming
It seems that I may be a boss or lying here poor
but good Muslims greet me with salaam, a smile and no fear

I kept wondering, what is success to me?
Is it about having friends, or earning a good degree?
I had all these and yet I was not satisfied
Could it be because that Allah was not on my side?

Then I realize that I have been foolish
My INSECURITY is the one that was my leash
Why was I ungrateful to Allah Most Great?
Allah's helping us all the way as Fate

Oh! I'm ashamed for being so proud
When my success was actually a passing cloud!
Now I realize my great big mistake
So I do more good deeds now with sincerity and no fake

Let's learn from this life and tread the virtuous road
Remember that this world is only a temporary abode
Now I live through my life devoted to the Islamic cause
And repent, so Allah will love me despite my flaws."

Remember true success is not about having lots of friends
In fact, it is about passing Allah's tests
Happiness is not about showing off your generous part
In fact, it's about the ATTITUDE of your heart

Say:

always proud to be a Muslim
I like who I am and I'm glad to be me
I love being a Muslim and Allah sets my heart free!
I can feel in my mind and in my little heart bone
I confess - with Allah around, I know I'm never alone'.


-Written by Dee77
udianajam@pacific.net.sg

Saturday, September 3, 2011

Renungan~

Location: Bukit Serindit           Captured by: Awan Terbang

Kita bercita-cita untuk menjalani jalan Allah,

Kita bercita-cita di dunia ini lagi untuk mengecapi kenikmatan-kenikmatan negeri abadi,

Kita bercita-cita di dunia ini lagi untuk mencium bau syurga,

Kita sedar bahawa Allah memilih hamba-hambaNya yang tertentu sahaja untuk menjalani jalanNya,

Dan kita juga mampu menjadi hamba-hambaNya yang terpilih itu...


"Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang tergolong  dalam kalangan Ashabul-Yamin"

'Langkah-langkah Menuju Allah: ~ Mohd Labib Al-Buhi ~'

Friday, September 2, 2011

Siri 2 : Monolog Seorang Pencinta


....

Subhanallah. Begitu indah sekali rasa cinta seorang Muhib padaMU Rabbi. Adakah aku mampu menjadi sebahagian daripada pencintaMu? Mampukah aku menzahirkan kecintaanku padaMu dalam setiap perbuatanku? 

Astaghfirullahalazhim... Ampunkan dosa-dosaku Ya Allah.. Sehingga ke saat ini pun aku masih lagi tercari-cari diriMu. Hidayah yang kau titipkan, sering aku biarkan.. Tidak ku tambat kejap-kejap dalam hatiku.. Aku lalai Ya Allah... Aku leka, Ya Allah... Ampunkan aku Ya Allah ~

Ya Allah, aku pernah mendengar stanza ini... Aku yakin ianya adalah titipan Ilham darimu untuk menyedarkan aku...

Kalau kita sukakan seseorang jangan bagitahu dia. Nanti Allah kurangkan rasa cinta padanya dan Allah tak kan bagi. Luahkan pada Allah, bagitahu Allah.. kerana Allah jualah yang maha tahu.. jodoh kita siapa

MasyaAllah... Bagaikan semilir barisan ini bertiup mengisi relung hatiku. Aku malu untuk berbicara denganMu soal cinta insani kerana aku merasakan yang aku tidak selayaknya untuk berbicara soal ini bila mana aku sendiri masih tercari-cari cintaMu... Tetapi Maha Besar kekuasaanMu Ya Allah.. Engkau sentiasa ada meskipun disaat aku tercari-cari arah... Jadi Ya Allah... Boleh, kan kalau aku ingin bercerita denganMu soal  rasa hati ku ini? Engkau Maha Mendengar... Terima Kasih, Ya Allah...

~ PadaMu ku meminta ~

Ya Allah, aku menyayangi dia. Dia itu juga hambaMu yang bergelar Muslim. Tapi Ya Allah, aku memang tak pernah menyatakan perasaanku pada dia. Bukan kerana aku risau kurangnya rasa cinta itu, tetapi kerana aku malu Ya Allah. Aku ini insan biasa Ya Allah. Aku tak punya apa-apa. Aku juga risau akan rasa ini. Sejujurnya aku tidak selesa memikirkan rasa ini yang menyesakkan dadaku. Kalau boleh ku usir, ingin ku usir jauh-jauh agar tidak kembali menggangguku. Mujur sekali si dia jauh di mata. Tidak perlu ku pandang dan lihat setiap hari. Ya Allah, Kau tahu bukan siapa dia yang ku maksudkan? Tapi aku tahu Kau suka kalau aku bercerita padaMu kan?

Aku teringat satu kisah ~

Seorang lelaki datang menemui Rasulullah dan berkata: 

"Wahai Rasulullah, apakah Tuhan kita jauh sehingga kita menyerunya atau adakah Dia dekat sehingga cukup hanya dengan berbisik kepadaNya" Maka turunlah firman Allah s.w.t:

" Dan apabila hamba-hambaMu bertanya tentang Aku, maka Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu." (Surah Al Baqarah: 186)


Si dia yang ku maksudkan memang tidak dekat di mata. Tetapi bayangannya sentiasa hadir. Dia lelaki yang baik. Dia tidak pernah mengenaliku tetapi aku mengenalinya dari jauh. Waktu teman-temanku berbicara tentang dia, bunga-bunga kebahagian pasti mekar di hatiku. Seolah-olah dia begitu dekat denganku meskipun dia tak sedar kewujudanku. Aku tidak mengharapkan apa-apa daripada dia, cuma sekadar menyimpan rasa bahagia apabila namanya terlintas di hati. Mengapakah aku merasakan dia begitu istimewa? Entah la.. Bukankah cinta itu tidak memerlukan alasan. Aku kira Allah juga ingin supaya aku meletakkan rasa sayang itu pada orang yang sepatutnya dan selayaknya. Sekurang-kurangnya aku sedar, aku juga manusia normal. Punyai rasa pada insan yang bergelar lelaki.


~ Pemuda Agama ~

Aku mencintaimu kerana agamamu
Andai hilang agamamu,hilanglah cintaku kepadamu.
(Imam al-Nawawi)

Agamanya??
Dia lelaki yang tidak sempurna... Sama juga dengan manusia yang lain.. Tetapi kenapa aku masih menyanyanginya meskipun dia tidak sempurna? Dia punyai kelemahan tapi dia memperbaiki kelemahan yang ada. Dia ada kelebihan, namun dia tidak berbangga dengannya. Digunakan pada tempat yang sepatutnya. Paling istimewa tentang dia adalah diamnya. Dia tidak banyak bercakap. Dia menjaga dirinya. Tetapi, sekali dia berbicara, Subhanallah... Lancar sekali kalimah Allah meniti dibibirnya. Bagai air yang mengalir tanpa sekatan. Sesekali dia berjenaka ringkas, cukup untuk mengukir senyum dibibir pendengar. Gaya penceritaanya bak seorang bapa... Nada suaranya dipelbagaikan... MasyaAllah, betapa Allah telah mengurniakan satu keistimewaan padanya. Beruntung wanita yang bakal menghuni hatinya, dan aku berharap agar wanita itu adalah aku.....


~ Tamakkah aku ???? ~

  ...................................................................
p/s: Lama sungguh saya membiarkan cerpen ini tidak bersambung. Sudah lebih 6 bulan tergendala. Kekontangan idea... Belum siap sepenuhnya juga, masih tercari-cari penghujung kisah.. InsyaAllah.. ada jalannya.. (^_^)v

Thursday, September 1, 2011

Merdeka: (Part 2: Kotak Pemikiran)

Bismillahirrahmanirrahim...

Sebagaimana yang dijanjikan, sambungan kepada Merdeka: Part 1 (Mat Lutfi)... I'll try to make it short...

Perbualan antara saya dan ex-rumate:

Ada : Siti perasan tak satu perkara, bilik kita ni berpetak.. Macam kotak...

Dalam hati saya,... (la... bukan ke bentuk biliknya memang macam ni... tak kan nak bulat kot)

Siti  : A'ah ye.. Kenapa?

Ada : Siti dulu pun waktu sekolah menengah, duk asrama kan? Ada pun sama duk asrama. Kita dari dulu lagi duk dalam bilik macam ni... berkotak....

Macam menarik je perbincangan ni.... Kemana tuju bicara dia, ye??

Siti  : A'ah ye ada, siti pun dulu sekolah asrama jugak... Kenapa dengan kotak ye?
design kotak bukan ukuran, kerana ia tetap sebuah kotak

Dia tersenyum sebelum menjawab...

Ada : Entahlah.. Sekarang Ada rasa, walaupun umur kita dah 18 tahun (waktu tu la) tapi pemikiran kita tak berkembang. Banyak benda dan isu yang tak dapat kita kupas. Kita macam tak matang. Tak sesuai dengan umur kita. Tak tahu la, salah sistem kita ke atau kenapa.. Tapi, Ada perasan satu perkara... Budak asrama macam kita ni, tak semua yang tahu isu... Kalau yang jenis alert tu, memang la... Tapi tak semua. Kita duk dalam asarama, macam terputus dengan dunia luar.. Kalau kita tak baca paper, memang kita tak tahu sangat apa yang berlaku dalam dan luar negara.. Asyik dengan belajar... Life kita dalam asrama tu aje... Masalah kita, masalah dalam sekolah....

Siti  : Betul la Ada... Kadang-kadang kita tak perasan kan?Kita macam dah didoktrin... Untuk belajar.. Keluar mesti jadi either doctor or engineer...

Ada : Satu lagi, perasan tak kita dari dulu pakai kad pelajar. Kalau kat sini.., kita nak keluar ke bandar pun kena slash kad... Dekat kad tu ada no. siri.. Waktu sekolah dulu pun ada kad pelajar... Setiap pelajar ada no. masing-masing...


apa no. bar code anda?
Siti  : A'ah ye... Ingat agi no. siti waktu kat sekolah dulu.. macam bar code.. 6332.. kalau nak dobi baju, kena tulis no. tu dekat baju.. hehehe.. sampai sekarang ada ag no. tu... Kalau nampak no. kat mana-mana baju, mesti orang boleh detect.. "Budak asrama punya baju ni"... Siti tahu Ada nak cakap ap... Kita macam robot kan? Sebab ada no. siri... Robot macam tu la...

dancing robot.. wall-e

Kami sama-sama tersenyum.. Maudu' bicara difahami bersama...

Sistem kita memang begitu. Jadi susah untuk kita mengubahnya. Perlukan perubahan secara keseluruhan sistem, bermula daripada akar umbi, barulah dapat ubah pemikiran ni.. Tapi perubahan yang itu nampak gayanya memakan masa yang agak panjang. Tapi, tak kan kita tak nak buat apa-apa... Tunggu je sampai saat sistem berubah... Saat  sistem berubah sekalipun, akan tetap mengambil masa yang panjang. Rome doesn't built in one day.. So, ada satu benda yang boleh boleh dan mampu kita ubah dengan tangan kita, melalui pertolongan Ilahi... OURSELF... Semua bermula dari dalam diri kita.. Either we want it or not.. The choice is in our hand...

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ
١١--
Baginya (setiap manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya secara bergiliran di depan dan di belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya. Sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain dia.

Allah s.w.t berfirman:
Barang orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-banar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS.Al-Ankabut {29}: 69).

Think out of the box dan jangan biarkan diri kita diperkotak-katikkan seperti robot... Merdekakan pemikiran kita, dan kita akan merdeka...

Kata-Kata RuBai’e Bin Amir pada Rustam (Parsi) ialah contoh manusia yang merdeka walaupun berhadapan dengan kuasa manusia yang digeruni. Jawapan hamba yang merdeka kepada manusia yang berkuasa,
“ Allah mendatangkan kami bagi mengeluarkan manusia dari menjadi hamba kepada hamba kepada menjadi hamba kepada ALlah yang maha esa lagi Maha Perkasa.Dari kesempitan dunia kepada dunia yang lebih luas.Dari kezaliman beragama kepada keadilan Islam. Maka kami diutuskan dengan agama Allah kepada makhlukNya untuk menyeru mereka kepada Allah.Maka barangsiapa yang menerima, kami menerima mereka dan tinggalkan mereka ditanahair mereka dan sesiapa yang enggan kami perangi sehinggalah kamu menyahut seruan Allah…”
Kata-kata yang tegas daripada seorang yang berjiwa merdeka tanpa takut dan gentar kepada manusia yang gagah perkasa, kerana mereka yakin bahawa Allah lebih perkasa daripada semua makhluk.
~ ke arah memaknakan kemerdekaan dengan memerdekakan pemikiran~

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails